FAKTUALNEWS.co.id *
ASAHAN
Sejumlah penggunaan anggaran di Desa Subur,Kecamatan Air Joman,Kabupaten Asahan mulai dipertanyakan warga setempat.
Pasalnya, warga menduga adanya penyimpangan dalam penggunaan anggaran yang berpotensi “korupsi” dan hanya untuk meraup keuntungan pribadi oleh oknum-oknum perangkat desa dan kroni-kroninya.
Bahkan,kepada Wartawan sejumlah warga belum lama ini merasa telah “gerah” dan mulai kritis untuk mempertanyakan kemana lari dan arah sejumlah anggaran yang berasal dari dana desa (DD) maupun anggaran dana desa (ADD) serta Bagi Hasil Pajak (BHP) dipergunakan sejak tahun 2016 hingga 2026 ini.
Dari sejumlah informasi diperoleh Wartawan FaktualNews, salah seorang warga yang mengaku bernama Joni Minggu sore (15/2/2022) lalu mengatakan bahwa disinyalir selama ini penggunaan dana Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) sejak tahun 2016-2025 diperkirakan telah mencapai Rp1,2 Miliar.
Namun dalam penyaluran dan pengelolaannya diduga terindikasi adanya penyimpangan, karena warga menilai tidak transparan dalam pengalokasian dana tersebut.
Sementara, Dana BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) umumnya bersumber dari penyertaan modal APBDes, yang digunakan untuk mengelola aset, dan bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) serta ekonomi warga.
Menurut Joni dan sejumlah warga lainnya, selama ini dana Bumdes dikelola oleh Bjr selaku Ketua Bumdes. Anehnya, Bumdes yang assetnya Rp1,2 M tetapi warga tidak mengetahui itu berbentuk apa.
Untuk menggali lebih jauh dan sebagai bahan perimbangan pemberitaan, Wartawan FaktualNews coba mengkonfirmasi hal ini kepada Bjr selaku Ketua Bumdes melalui pesan singkat WA (Whatss App) baru-baru ini dinomor 08236649XXXX yang bersangkutan mengatakan, bahwa dana Bumdes tersebut saat ini ditangan (dikelola/dipergunakan) warga. Namun Bjr tidak merinci dipergunakan oleh warga atau kelompok usaha warga yang menggunakannya saat ini.
Sementara, Kades Subur, Kecamatan Air Joman Zai,SH, setelah turunnya pemberitaan terkait “Proyek Pengadaan Air Bersih di Desa Subur, Kec Air Joman Diduga Jadi Ajang Korupsi” coba menghubungi Wartawan FaktualNews,Selasa (17/2/2026) melalui telepon seluler sang wartawan. Saat itu Wartawan mempertanyakan soal terkait penggunaan dana Bumdes, Kades Zai mengaku tidak tahu dan itu tanggungjawab oknum Ketua Bumdes Bjr.Namun saat ditanya, apa Kades tidak mempertanyakan hal itu kepada Ketua Bumdes Bjr, Sang Kades tidak menjawab pertanyaan wartawan tapi “mengajak” untuk duduk bareng jumpa “ngopi” dimana saat itu sang Wartawan menolak karena telah mendekati punggahan menjelang Ramadhan 1447 H.
* APH Diminta Usut Soal Pengadaan Air Bersih Diduga Korupsi
Sejumlah kasus dugaan penyimpangan anggaran baik DD maupun ADD dan penggunaan anggaran lainnya di Desa Subur,Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan terus “menggelinding” mengalir di ungkap warga desa setempat kepermukaan.
Selain adanya indikasi penyimpangan yang beraroma “korupsi” dalam penggunaan dan penyaluran dana Bumdes yang disebut memiliki Asset Rp 1,2 Miliar, warga juga mendesak aparat penegak hukum dalam hal ini Polri,Kejaksaan dan Inspektorat agar memeriksa anggaran pengadaan air bersih yang menelan anggaran Rp 150 Juta di tahun 2022.
Informasi diperoleh dari warga, bahwa pengadaan air bersih dengan model air minum mineral atau kemasan (cup) tersebut akan dibangun di Dusun IV, Desa Subur , Kecamatan Air Joman.
Bahkan sumber FaktualNews tersebut juga mengatakan bahwa anggaran untuk pembuatan air minum dalam kemasan tersebut digelontorkan dari dana hibah desa sebesar Rp 150 Juta, namun hingga saat ini usaha tersebut tidak ada sama sekali tidak tampak ujudnya, ujarnya.
Terkait dengan sejumlah dugaan penyimpangan anggaran yang berpotensi korupsi dan merugikan keuangan Negara terlebih lagi telah “menyengsarakan” warga masyarakat tersebut, warga dalam waktu dekat ini jika tidak ditanggapi permohonannya akan segera melaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejari) dan Juga Polda Sumut serta akan menyurati Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
Sementara, selain dua hal tersebut FaktualNews, juga mendapat informasi dari sejumlah warga terkait perekrutan/pemilihan Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Subur yang juga disinyalir bernuansa adanya “permainan” yang dikhabarkan posisi Sekdes di duduki Anto yang notabene anaknya Bjr.
Untuk hal itu, FaktualNews terus menggali sumber-sumber dan mengeskposnya kepermukaan agar terciptanya “Negara yang Bersih dari Korupsi” seperti yang selama ini dicita-citakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.*
Adi
Editor : Red







