FAKTUALNEWS.co.id *
ASAHAN
Presiden Prabowo Subianto menetapkan delapan program prioritas nasional yang dikenal dengan Asta Cita. Salah satu poin penting dalam program tersebut adalah mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa dengan menggerakkan sektor-sektor strategis, seperti industri, energi, pertahanan dan yang tak kalah penting yaitu pertanian dan pangan.
Upaya membangun ketahanan pangan nasional menjadi sangat relevan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta pentingnya menjaga stabilitas ekonomi melalui sektor riil.
Kemandirian di bidang pangan bukan hanya soal mencukupi kebutuhan konsumsi, tetapi juga bagian dari menjaga kedaulatan negara. Ketika Indonesia mampu menghasilkan bahan pangan secara mandiri, kita tidak hanya mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh. Oleh karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama dalam menjalankan Asta Cita
Terkait dengan program ketahanan pangan tersebut, Kepala Dusun III bersama warga Desa Aek Nabuntu Kecamatan Aek Ledong Kab.Asahan telah melakukan
panen perdana jagung dari program ketahanan pangan Dana Desa (DD) Tahun 2025.
Desa Aek Nabuntu mendapat kucuran dana desa sebesar Rp 705.314.000,00 dan sudah dialokasikan untuk ketahanan pangan yang dikelola Kadus III Selamet bersama warga di lahan seluas 2000 meter persegi dengan modal awal Rp 5.000.000,00 untuk pembersihan lahan ,beli bibit jagung,dan pupuk dan telah menghasilkan keuntungan Rp 4.000.000,00 lain lagi yang dibagikan ke warganya.
“Untuk bibit jagung sendiri perbungkus Rp 25.000,00 sudah disiapkan 15 bungkus, tambah pupuk urea dan pupuk kandang.” Terang Kadus Selamet, untuk persiapan penanaman di lahan lainnya.
Kegiatan ketahan pangan untuk melatih masyarakat agar terampil menyediakan pangan secara mandiri, dan antisipasi krisis pangan. Hal ini lah yang jadi motifasi Kadus Selamet mengajak warganya untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong.
Sementara untuk penanaman jagung yang akan datang diupayakan Kadus Selamet agar panen lebih baik lagi hasilnya, untuk menarik minat warga yang lain.
Karena tidak semua warganya minat untuk bercocok tanam.Sebagai desa yang terletak di wilayah perusahaan PT. Socfindo, Kadus Selamet juga akan coba terobos pihak perusahaan agar diberi izin untuk mengelola lahan-lahan tidur agar bisa ditanami.
Karena ketahanan pangan untuk jenis ternak tidak di perbolehkan bagi yang tinggal di perumahan perusahaan PT. Socfindo. Jika diperbolehkan Kadus akan bentuk kelompok ternak bersama warganya.”Mengelola ternak itu sangat membantu untuk kebutuhan keluarga ” ujar Kadus Selamet mengunci pembicaraan dengan Wartawan FaktualNews.<<Mawardi>>
Editor : Zul






