FAKTUALNEWS.co.id *
ASAHAN
Keberadaan Galian C yang diduga illegal di Desa Batu Nanggar, Kecamatan Bandar Pulau,Kabupaten Asahan telah meresahkan warga setempat.
Bahkan puluhan unit dump truck yang setiap harinya hilir mudik melintas membawa muatan pasir putih yang melintasi sejumlah desa yakni Bandar Selamat, Desa Gunung Sari,Desa Aek Nagaga, Desa Manis dan Pulau Raja telah menimbulkan keresahan warga. Jika hujan turun jalanan menjadi licin dan dapat membahayakan warga yang melintasinya sementara jika kemarau tiba warga yang dilintasi puluhan dump truck tersebut “dihadiahi” debu yang dapat menimbulkan penyakit bagi warga bahkan sumur warga ikut terimbas kering karena galian lebih dalam ketimbang sumur yang selama ini digunakan warga sebagai mandi,cuci dan kakus (mck)
Keresahan warga juga tak sebatas hanya sampai disitu, bahkan jalan yang dilalui dump truc yang melebihi muatan juga telah berimbas kepada kerusakan infrastruktur jalan seperti di Desa Bandar Pulau dan Bandar Selamat.
Sementara terkait keresahan warga dan dugaan galian C tanpa ijin alias illegal, wartawan coba mengkonfirmasi hal tersebut ke lokasi galian c.
Dilokasi galian wartawan tidak menjumpai pemilik galian c namun bertemu dengan Robi yang merupakan mandor atau pengawas galian c tersebut.

Saat dikonfirmasi Wartawan pada Kamis,9 Oktober 2025 melalui telepon seluler (HandPhone) di nomor 082163131xxx soal keresahan warga dan ijin galian c tersebut, Robi dengan enteng dan sesumbar mengatakan bahwa selama ini aktivitas galian c mulai dari pengerukan hingga pengangkutan hasil galian c tidak ada masalah alias aman-aman saja dan Robi juga mengatakan bahwa galian c tersebut telah mengantongi ijin dari Gubernur Sumut.
Bahkan dikhabarkan mulusnya kegiatan galian c tersebut karena pihak pengusaha telah “mengatur” oknum aparat penegak hukum di Asahan dalam hal ini oknum Polisi di Polres dan Polsek serta oknum pejabat berwenang di Desa Batu Nanggar serta Bandar Pulau untuk “duduk manis”
* Gunakan BBM Bersubsidi
Informasi diperoleh Wartawan Faktualnews terkait penggunaan exscavator atau bechoe yang melakukan penggalian pasi putih ternyata menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.
Hal itu juga tidak ditampik Robi dan mengatakan BBM yang digunakan bechoe merupakan jenis solar bersubsidi bukan industri. Hal ini jugalah yang diduga kuat menjadi penyebab kelangkaan bbm jenis solar di kawasan Bandar Pulau.
Sejumlah warga yang selama ini hanya “dihadiahi” abu dan kotoran dari hasil pengangkutan galian c tersebut meminta kepada Polda Sumatera Utara turun ke lokasi galian c terkait keresahan warga dan juga meneliti keabsahan soal ijin galian c tersebut dan minta agar aktivitas galian c dihentikan karena sangat merugikan warga.
Bahkan warga berjanji jika keresahan warga tidak direspon pemerintah setempat maka warga akan melakukan demo agar galian c yang telah bertahun-tahun beraktivitas dihentikan karena hanya menyengsarakan warga.*
Mawardi
Editor : Red






