Puluhan Rumah di Nagori Talun Rejo Rusak Diterjang Puting Beliung

FAKTUALNEWS.co.id *
SIMALUNGUN

Puluhan rumah di Nagori Talun Rejo, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun rusak diterjang angin puting beliung yang disertai dengan hujan lebat pada Kamis (3/7/2026).

Berdasarkan pendataan awal dari pemerintah nagori, tercatat 51 unit rumah mengalami kerusakan di empat dusun, yakni Huta I, Huta II, Huta III, dan Huta VI. Kerusakan paling banyak berupa atap seng yang terlepas dan beterbangan sejauh puluhan meter. Selain itu, sejumlah pohon besar tumbang dan menimpa bagian rumah warga.

Saat peristiwa itu terjadi, warga berhamburan lari menyelamatkan diri. Suasana di lokasi kejadian mencekam. Angin yang datang tiba-tiba dengan suara gemuruh membuat warga panik dan berlarian keluar rumah.

“Waktu itu anginnya mutar kencang kali, Mak. Bunyi petirnya nggak berhenti-henti. Tiba-tiba seng dapur saya terbang semua. Kami langsung lari keluar takut ketimpa,” kata Kusnadi, 40, warga Huta III Nagori Talun Rejo, Jumat,4 Juli 2026.

Hal senada disampaikan warga Huta II yang mengaku baru pertama kali melihat puting beliung sedahsyat itu di desanya. “Atap tetangga saya nyangkut di pohon sawit. Jalan juga ketutup pohon tumbang,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir puluhan juta rupiah. Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka serius akibat peristiwa tersebut. Namun kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, mengingat banyak rumah yang bagian atap dan dindingnya rusak.

Pangulu Nagori Talun Rejo membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kecamatan Pematang Bandar serta BPBD Simalungun untuk penanganan darurat. “Kami fokus mendata warga terdampak dan membuka dapur umum sementara. Kebutuhan paling mendesak saat ini terpal, seng, dan bantuan sembako,” jelasnya.

* Imbauan BMKG
BMKG Stasiun Meteorologi Wilayah I Medan sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara, termasuk Simalungun, pada 3-4 Juli 2026.

Warga diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem susulan, terutama yang tinggal di daerah rawan angin dan pohon tumbang. *
JAT Purba

 

Editor : Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *